Hidayatullah.com--Guna
meningkatkan peran sebagai pusat Islam, Jakarta Islamic Center (JIC)
tengah membangun hotel syariah bintang tiga. Hotel yang berada di
komplek JIC ini rencananya memiliki 160 kamar dan kelar satu atau dua
tahun kedepan.
“Pembangunan
hotel sudah rampung 70 persen. Kami membutuhkan dana Rp 130 miliar
lagi,” kata Paimun A. Karim, Kepala Humas JIC kepada hidayatullah.com di ruang kerjanya, Jum’at (02/12/2011) sore.
Dana
untuk membangun hotel JIC, kata Paimun, diperoleh dari anggaran daerah
(APBD) yang ddicairkan secara bertahap. Jika hotel JIC sudah beroperasi
keuntungan dari hasil sewa kamar atau ruangan diharapkan dapat dikelola
oleh pihak JIC.
“Kami
berharap nantinya dapat mengelola perputaran dana dari biaya sewa,
meski ada juga kemungkinan masuk ke kas daerah. Bila dipercaya
mengelola, kami akan gunakan untuk kemaslahatan umat juga,” terang
Paimun.
Selain
hotel, JIC juga tengah membangun perkantoran dan convention center
berkapasitas 1200 orang. Kata Paimun pembangunan hotel, perkantoran,
maupun convention center ini merupakan upaya meningkatkan fungsi sebagai
pusat Islam.
Pada
era Rasulullah, jelas Paimun, masjid memiliki berbagai fungsi yakni
fungsi ibadah, sosial ekonomi, persatuan, pendidikan, dan penyusunan
strategi perang. Oleh pengelola JIC fungsi-fungsi masjid tersebut
diwujudkan dalam bangunan fisik.
“Fungsi
pendidikan dan pelatihan, dibangun gedung Diklat. Fungsi sosial ekonomi
diriilkan dalam gedung ekonomi bisnis. Fungsi peribadatan, ya bangunan
masjid itu sendiri. Ketiga bangunan ini menggambarkan ketotalitasan
fungsi masjid,” urainya.
Paimun
berharap komplek JIC yang dulunya lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak
ini dapat dimanfaatkan umat Islam Jakarta sebagai pusat aktivitas
keislaman.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar