Minggu, 24 Februari 2013

BJ Habibie: Kalau Semua Berpolitik, Siapa Yang Bekerja?

Hidayatullah.com—Mantan Presiden BJ Habibie meminta pemerintah tidak terus-menerus berfokus pada politik, ia meminta seharusnya pemerintah lebih fokus untuk memperbanyak bekerja.
"Kalau semua berpolitik, siapa yang bekerja?" ujarnya  dalam pidatonya pada  Seminar Dies Natalis ke-66 PB HMI yang bertajuk “Upaya Strategis Bersama Mencegah Terjadinya Negara Gagal”di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta, Ahad (24/02/2013) dikutip Antara.

Turki Tidak Tinggal Diam Melihat Kebrutalan Rezim Suriah

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan hari Ahad (24/2/2013) mengatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam melihat kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Bashar al-Assad atas rakyat Suriah.
“Setiap hari banyak anak-anak dan perempuan tidak berdosa tewas di Suriah,” kata Erdogan dalam pidatonya di Forum Komunikai Pemerintah di Uni Emirat Arab, lansir Hurriyet Daily.

“Tentara Bashar Sembelih Anak-anak Kami, Memperkosa Semua Wanita dan Menembaki Penduduk

Hidayatullah.com--Hampir tanpa pemberitaan di Indonesia, pada 29 Desember 2012 lalu pasukan Bashar al-Assad menghujankan bom ke desa Deir Balbah di Homs, Suriah, dan membunuh ratusan penduduknya.
Setidaknya, 400 warga – mulai bayi hingga yang paling tua – menemui syahid hari itu. Yang lebih tidak diketahui lagi oleh kita di Indonesia yang saat itu sibuk bersiap liburan panjang adalah kebrutalan yang berlanjut.

Afiliasi pada Gerakan Dakwah Sebagai Manifestasi Syukur

Betapa banyak nikmat dan karunia Allah yang telah kita rasakan dan akan terus kita dapatkan hingga ajal menjelang. Kelimpahan nikmat dan kebaikan yang Allah berikan kepada manusia disebutkan dalam beberapa ayat, di antaranya:

Sabtu, 23 Februari 2013

Taqiyah dalam Pandangan Syiah dan Ahlus Sunnah

Oleh: Kholili Hasib
BEBERAPA hari yang lalu, Kamis (14/02/2013), Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran menyelenggarakan diskusi bertema “Konsep Tabligh dalam Dimensi Keindonesiaan”. Bertempat di Universitas Imam Khomeini, kota Qum Iran. Salah satu pembicara, Hendar Yusuf, menyampaikan makalah berjudul “Konsep Taqiyah dalam Islam” (Abna.ir,  Kamis, 14/02/2013).

Rabi Yahudi Orthodoks Ditahan karena Kejahatan Seksual

Hidayatullah.com—Seorang rabi Yahudi ultra-Orthodoks di London, Inggris, ditangkap dengan dugaan melakukan serangan seksual dan menghalangi penegakan hukum, demikian dikabarkan polisi dan media hari Kamis (21/2/2013), lapor AFP.
Polisi mengatakan, pria berusia 54 tahun itu ditangkap hari Rabu dan disebut dalam laporan BBC serta koran Times of Israel sebagai rabi Chaim Halpern pemimpin sinagog di Golders Green di kawasan utara ibukota London.

Jumat, 22 Februari 2013

Sebutan Anti Semit pada Umat Islam adalah Penggiringan Opini Berbahaya

Hidayatullah.com--Penyematan istilah anti semit dan intoleran kepada umat Islam Indonesia dalam kasus pembelaan perjuangan pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis adalah sebuah penggiringan opini yang sangat berbahaya. Demikian salah satu pernyataan Wakil Sekjen Lembaga Kemanusiaan Spirit Of Aqsha (SOA), Khairul Rizky.
"Ini adalah penggiringan opini yang disengaja dan berbahaya. Sebab secara tidak langsung ingin mengarahkan kalau masyarakat Indonesia yang melakukan aksi kepedulian tehadap perjuangan Palestina yang sedang dijajah Zionis-Israel adalah aksi dari sekelompok orang yang intoleran dan anti semit,” demikian jelas Khairul Rizky dalam rilis yang dikirimkan pada hidayatullah.com, Jum'at (21/02/2013) kemarin.

Rabu, 20 Februari 2013

Tak Kurang 10 juta Zionis Nodai Kesucian Al-Aqsha Tiap Tahun

Hidayatullah.com--Yayasan wakaf al-Aqsha di Palestina 48 mengkhawatirkan kondisi Al-Quds, terutama areal Al-Burak yang terletak di bagian barat Masjid Al-Aqsha menjadi target penjajahan Israel. Tak kurang dari 10 juta Zionis menodai kesucian Al-Aqsha tiap tahunnya.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PC), yayasan ini mengisyaratkan, areal Al-Buraq menjadi ajang pariwisata asing yang menodai kesucian tembok al-Burak dengan berbagai acara keagamaan yang mereka gelar.
Berdasarkan catatan dari kepolisian Zionis mereka berbangga dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke areal Al-Burak selama tahun 2012 kemarin, jika dibanding dengan tahun sebelumnya.

Senin, 18 Februari 2013

Tinggalkan Epistimologi Barat, Cukup Islam Saja!

NEGARA kita belakangan ini ramai dengan pro-kontra seputar perubahan kurikulum pendidikan yang akan ditetapkan mulai tahun ajaran 2013/2014. Berbagai pendapat mengemuka, mulai dari pakar, pengamat, hingga praktisi pendidikan. Namun, hampir dari seluruh pendapat yang ada, semua mengarah pada hal teknis, yaitu bagaimana daya serap tenaga pendidikan (guru) dalam menerapkan kurikulum baru itu, sementara kurikulum lama belum terimplementasi secara utuh.

Antara Harun Nasution, Attaturk dan Sekularisme

EKSPOINEN neo-Mu’tazilah, Harun Nasution (1919-1998) menyatakan bahwa Mustafa Kemal Attaturk merupakan orang penting dalam pembaruan dalam tubuh Turki Utsmani. Dalam bahasa Harun, “Dalam suasana inilah muncul Mustafa Kemal, seorang pemimpin Turki baru, yang menyelematkan Kerajaan Usmani dari kehancuran total dan bangsa Turki dari penjajahan Eropa. Ialah pencipta Turki modern dan atas jasanya, ia mendapat gelar Attaturk (Bapak Turki).” (Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam: Sejarah dan Gerakan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hlm. 142).

Khomeini, Ahmadinejad dan Ironi Kebangkitan Syiah Arab


KUNJUNGAN Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad ke Kaior Mesir untuk pertama kalinya baru-baru ini ternyata menuai kontrofersi. Syeikh al-Azhar, Ahmad al-Tayyib, secara terbuka mengkritik Ahmadinejad, Rabu (06/02/2013) soal dukungan Iran terhadap kekisruhan Bahrain dan pembiaran penistaan sahabat Nabi Shallallahu ‘alahi Wassalam di Iran.

Minggu, 17 Februari 2013

Guru Besar UII Nilai Tajul Muluk Lakukan Penistaan Agama

Hidayatullah.com--Guru Besar Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Dr Mudzakkir menilai apa yang dilakukan Tajul Muluk dalam kasus Syiah di Sampang sudah masuk kategori penistaan agama. Menurutnya Tajul Muluk sudah melanggar UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965 tentang penistaan agama.

PKS: Kewenangan Sertifikasi Halal Tetap Ada di MUI

Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pemerintah tidak mengambil alih proses sertifikasi halal. Pemerintah sebaiknya berperan dalam melakukan sosialisasi hingga regulasi dan pengawasan.
Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI KH Amidhan saat bersilaturahim dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, Rabu (13/02/2013) di Gedung DPR.

MUI: Ada Kecenderungan Pemerintah ingin Pisahkan Ulama dengan Auditor

Hidayatullah.com--Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan menilai ada upaya pemerintah untuk memisahkan ulama dengan auditor sertifikasi halal melalui pembahasan RUU Jaminan Produk Halal (JPH).
Dalam pembahasan RUU JPH itu menurut Amidhan, pemerintah seakan ingin membentuk lembaga baru yang memiliki kewenangan melakukan sertifikasi halal.
"Ada kecenderungan pemerintah ingin memisahkan ulama dengan auditor. Padahal auditor sertifikasi halal itu kepanjangan tangan dari para ulama dalam hal ini MUI," ujar Amidhan dikutip Antara, Kamis (14/02/2013).


MUI Berharap Pemerintah Tak Ambil Alih Proses Sertifikasi Halal

Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pemerintah tidak mengambilalih proses sertifikasi halal. Pemerintah sebaiknya berperan dalam melakukan sosialisasi, regulasi, dan pengawasan. Demikian disampaikan Ketua MUI KH Amidhan saat bersilaturahim dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2013).
Amidhan didampingi Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dan jajarannya, diterima Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR dari PKS, Sohibul Iman, dan anggota Panja RUU Jaminan Produk Halal (JPH), Nasir Djamil.

MUI: Jangan Tergiur Iming-iming MLM Haji

Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat waspada dan tidak tergiur iming-iming multilevel marketing (MLM) haji. Sampai sekarang MUI belum mengeluarkan fatwa halal untuk praktik usaha itu.
"Praktik MLM haji ini rentan penipuan karena kuota haji terbatas dan mutlak diatur oleh pemerintah. Tidak benar jika muncul informasi MUI telah menghalalkan MLM haji. Apakah itu MLM syariah haji atau dengan nama lainnya, kami tidak pernah mengeluarkan fatwa halal untuk praktik itu,’’ kata Ketua Bidang Fatwa MUI Ma’ruf Amin.

Politisi Islam, Belajarlah pada Kesederhanaan Natsir

Oleh: Nuim Hidayat, MA 
MOHAMMAD Natsir lahir di Minangkabau, Sumatera Barat, 17 Juli 1908. Wafat di Jakarta 6 Februari 1993.  Pendidikan Islam sejak kecil dengan orang tua dan lingkungannya.  Pendidikan formal di HIS Solok, MULO (1923-1927), AMS di Bandung (1930). Ketika di Bandung itulah ia berkenalan dan menjadi murid sekaligus sahabat dari ulama pergerakan Islam, A Hassan.
Natsir pernah menjadi Menteri Penerangan Kabinet Sjahrir I (3 Januari 1946 - 12 Maret 1946), Menteri Penerangan Kabinet (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946), Menteri Penerangan Kabinet (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947), Menteri Penerangan Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949), dan Perdana Menteri ’Kabinet Natsir’ (6 September 1950 – 26 April 1951).


Pakar Hukum Tata Negara: UU Penodaan Agama Harus Dipertahankan

 
Hidayatullah.com--Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra menilai Undang-Undang No. 1 PNPS tahun 1965 tentang Penodaan Agama harus tetap dipertahankan. Menurutnya kalau UU tersebut dihapus akan terjadi banyak penodaan terhadap agama lain.
“Saya berpendapat ya harus dipertahankan,”  ujarnya kepada hidayatullah.com saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni fakultas hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.